PENAJAM – Tim bola voli Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap menunjukkan performa penuh determinasi pada gelaran POPDA VII Kalimantan Timur, meski harus menghadapi persiapan yang sangat terbatas.
Pelatih tim, Irwan Sugianto, mengungkapkan bahwa para atlet hanya menjalani latihan terpusat sekitar dua minggu sebelum turun berlaga. Durasi tersebut jauh tertinggal dibandingkan beberapa daerah lain yang sudah menjalankan pemusatan latihan selama berbulan-bulan.
“Waktunya memang sangat mepet, tapi kami berupaya memaksimalkan kondisi yang ada. Para pemain sudah memberikan yang terbaik,” ujar Irwan, Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan, sebelum memasuki pemusatan latihan singkat, sebagian besar atlet hanya berlatih di sekolah atau klub masing-masing. Akibatnya, penyelarasan strategi, pola permainan, dan kekompakan tim baru mulai terbangun menjelang kompetisi.
“Atlet-atlet PPU punya potensi besar, hanya saja pola pembinaan jangka panjang belum terbentuk dengan baik. Itu tantangan utamanya,” tambahnya.
Pada POPDA sebelumnya, tim voli putra PPU pernah meraih medali perak. Namun, Irwan mengakui bahwa capaian serupa sulit diulang dengan kondisi persiapan yang terbatas tahun ini.
“Kami realistis. Yang penting mereka mendapat pengalaman bertanding dan belajar membangun mental kompetitif,” katanya.
Irwan tetap memberikan apresiasi terhadap skuad yang berjumlah 26 orang, termasuk atlet dan ofisial, yang dinilainya telah menunjukkan komitmen kuat.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pembinaan voli di PPU ke depan.
“Ini momentum penting. Ke depan dibutuhkan pola latihan berkelanjutan agar prestasi bisa meningkat, tidak hanya persiapan instan menjelang kejuaraan,” tutupnya. (adv)

