Site icon Latest Bontang

Gulkin PPU Jadi Penopang Utama Penuntasan Pendidikan, 42 Peserta Kesetaraan Terbantu Tebus Ijazah

PENAJAM — Upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk menekan angka putus sekolah terus diperkuat melalui program Gerakan Usaha Kesejahteraan Keluarga dan Penanggulangan Kemiskinan (Gulkin). Program yang dikelola Disdikpora PPU ini kembali menjadi instrumen penting bagi warga belajar dari keluarga kurang mampu untuk menuntaskan pendidikan melalui bantuan tebus ijazah.

Kabid PAUD dan PNF Disdikpora PPU, Durajat, menyatakan bahwa kebutuhan terhadap program ini tetap tinggi. Pasalnya, masih banyak anak putus sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang belum seluruhnya terakomodasi dalam pendidikan kesetaraan.

“Program ini membuka kembali akses bagi mereka untuk mengikuti paket belajar sesuai usia, agar bisa menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Untuk tahun anggaran 2025, pemerintah daerah mengalokasikan Rp199 juta bagi program Gulkin. Namun hingga saat ini, penyalurannya baru mencapai 47 persen. Hal tersebut terjadi karena verifikasi penerima harus menyesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial.

“Jumlah penerima mengikuti data valid di DTKS. Kalau yang terdaftar sedikit, ya penyalurannya ikut turun. Anggaran yang tidak terserap wajib dikembalikan agar tetap tepat sasaran,” terang Durajat.

Hingga akhir penyaluran, sebanyak 42 warga belajar telah menerima bantuan tebus ijazah untuk Paket A, B, dan C. Setiap penerima mendapatkan bantuan antara Rp2,1 juta sampai Rp2,3 juta, yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing.

Durajat menilai selama tiga tahun berjalan, Gulkin telah terbukti membantu banyak peserta didik kesetaraan melanjutkan pendidikan. Namun ia menekankan bahwa keberadaan SKB negeri akan membuat program seperti Gulkin bekerja lebih optimal.

“Kalau SKB negeri bisa diwujudkan, penanganan putus sekolah tentu akan semakin kuat,” pungkasnya. (adv)

Exit mobile version