Latestbontang.com,BONTANG – Rencana penerapan parkir berbayar di RSUD Taman Husada dinilai membutuhkan sosialisasi yang matang agar dapat diterima masyarakat. DPRD Kota Bontang menilai edukasi kepada publik menjadi langkah awal yang harus dilakukan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengatakan perubahan sistem pelayanan di fasilitas publik sering kali memunculkan pro dan kontra apabila masyarakat tidak memperoleh informasi yang utuh mengenai tujuan maupun mekanisme pelaksanaannya.
“Kami tentunya juga melakukan upaya-upaya secara perlahan, memberikan edukasi kepada masyarakat supaya kita bisa memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun dengan baik,” katanya, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, pemerintah harus menjelaskan secara terbuka alasan diterapkannya parkir berbayar, termasuk manfaat yang akan diperoleh daerah melalui retribusi parkir tersebut.
Rustam mengatakan sosialisasi tidak hanya dilakukan menjelang pemberlakuan kebijakan, tetapi juga harus disertai informasi mengenai besaran tarif, mekanisme pembayaran, hingga kategori pengguna yang nantinya mendapatkan perlakuan khusus apabila diatur dalam kebijakan.
Ia menjelaskan, penerapan parkir berbayar merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap agar masyarakat memiliki waktu untuk beradaptasi.
Selain itu, DPRD juga akan mengkaji berbagai mekanisme pembayaran bagi kelompok pengguna yang berbeda, seperti pasien rawat inap, keluarga pasien, maupun pegawai rumah sakit.
Rustam meyakini komunikasi yang baik antara pemerintah, manajemen rumah sakit, DPRD, dan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan parkir berbayar.
“Dengan adanya pemahaman yang sama, kebijakan tersebut diharapkan dapat berjalan tanpa menimbulkan polemik maupun keresahan di tengah masyarakat,” tutupnya.




