Latestbontang.co,BONTANG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bontang terus dilakukan melalui berbagai program yang menyasar keluarga sejak tahap perencanaan kehamilan. Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari strategi membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menegaskan bahwa program KB memiliki peran penting dalam mendukung pencegahan stunting. Melalui pengaturan kehamilan yang terencana, keluarga dapat lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi ibu maupun anak.
Menurutnya, stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor asupan gizi, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan keluarga dalam menjalani proses kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak.
“Karena itu, penguatan program KB menjadi salah satu intervensi yang dinilai efektif untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak dini,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Program KB memberikan berbagai manfaat, mulai dari mengatur jarak kelahiran, menjaga kesehatan reproduksi, menurunkan risiko kehamilan berisiko tinggi, hingga membantu keluarga merencanakan masa depan anak dengan lebih baik.
Jarak kelahiran yang ideal memungkinkan ibu memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi kesehatan sebelum kembali hamil. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kualitas kehamilan berikutnya dan dapat mengurangi risiko gangguan pertumbuhan pada anak.
Selain itu, keluarga yang mampu merencanakan jumlah anak secara matang cenderung lebih siap dalam memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan anak. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
DP3AKB Bontang juga terus mendorong pemanfaatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) karena dinilai lebih efektif dalam membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan secara aman dan terukur.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Bahtiar Mabe menilai keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak tumbuh dan berkembang.
“Oleh sebab itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga terus digencarkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui penguatan program KB dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, Pemkot Bontang berharap target penurunan angka stunting dapat tercapai. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Bontang yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing di masa mendatang. (Re)

