SANGATTA — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) terus memperluas pelaksanaan pasar murah sebagai langkah pengendalian inflasi daerah. Upaya ini dilakukan agar manfaat subsidi kebutuhan pokok tersebut dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa.
Hal itu ditegaskan Ahmad Doni Erfiyadi, Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Ahli Muda Disperindag Kutim, saat ditemui, Rabu (3/12/2025). Ia menyampaikan bahwa pasar murah merupakan program yang dijalankan sejak 2022 sebagai tindak lanjut instruksi Presiden yang diteruskan melalui Gubernur dan Bupati Kutim.
“Pasar murah ini merupakan langkah penguatan pengendalian inflasi. Kami berkomitmen agar seluruh masyarakat bisa mendapat bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Ahmad Doni.
Sejauh ini, kegiatan sudah menjangkau sebagian besar kecamatan di Kutim. Namun masih ada tiga wilayah yang belum terakses secara menyeluruh, yakni Sandaran, Long Mesangat, dan Busang. Kondisi infrastruktur serta medan yang sulit menjadi alasan utama.
“Jarak yang jauh dan kondisi transportasi menjadi kendala. Distribusi barang ke sana memerlukan biaya besar dan waktu tempuh yang tidak sebentar,” jelasnya.
Tak hanya medan berat, masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman kerap menghadapi pilihan sulit. Biaya transportasi menuju lokasi pasar murah di kecamatan terdekat hampir setara dengan nilai paket sembako itu sendiri.
“Contohnya warga Sandaran yang harus ke Sangkulirang. Ongkos per orang bisa sampai Rp 300 ribu. Jadi manfaat ekonominya hilang,” terang Ahmad Doni.(adv).

