Site icon Latest Bontang

Disdikbud Bontang Dorong Akses Pendidikan Tetap Terbuka bagi Warga Binaan

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.

Latestbontang.co, BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan pentingnya akses pendidikan tetap terbuka bagi semua kalangan, termasuk warga binaan di Lapas Kelas IIA Bontang, melalui program pendidikan kesetaraan sekolah paket.

Program yang dijalankan melalui kerja sama Lapas dengan PKBM ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan layanan pendidikan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses akibat kondisi tertentu.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa pendidikan tidak boleh dibatasi oleh situasi, karena merupakan hak dasar yang harus tetap diberikan kepada setiap individu.

“Dalam kondisi apa pun, pendidikan harus tetap ada. Itu prinsipnya,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa sekolah paket A, B, dan C merupakan jalur pendidikan nonformal yang setara dengan pendidikan formal, sehingga lulusan program ini tetap memiliki kesempatan yang sama dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Menurutnya, program ini menjadi kesempatan kedua bagi warga binaan yang sebelumnya putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan.

“Ini kesempatan kedua yang sangat penting bagi mereka untuk memperbaiki masa depan,” katanya, Minggu (26/4/2026).

Disdikbud sendiri berperan dalam memastikan data warga binaan yang membutuhkan layanan pendidikan dapat teridentifikasi dengan baik melalui koordinasi dengan pihak Lapas.

Hal ini penting agar program pendidikan kesetaraan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

“Supaya semua yang membutuhkan bisa terlayani, datanya harus jelas,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa program ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan, karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga pendidikan formal yang menjadi syarat penting dalam kehidupan sosial.

Dengan bekal tersebut, warga binaan diharapkan lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.

“Bekalnya jadi lebih lengkap, tidak hanya skill tapi juga pendidikan,” terangnya.

Disdikbud pun berharap program ini dapat terus berjalan dan berkembang sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Kota Bontang.

Exit mobile version