Latestbontang.com, BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang menerapkan sistem terukur dalam penerimaan siswa inklusi. Setiap rombongan belajar hanya menerima satu siswa.
Sekretaris Disdikbud, Saparuddin, menyampaikan bahwa kebijakan ini untuk menciptakan sistem yang lebih terencana. Pembelajaran tetap berjalan efektif.
“Jumlah siswa inklusi disesuaikan dengan jumlah rombel. Hal ini memberikan keseimbangan,” ucapnya, Senin (6/4/2026).
Sekolah dengan tiga rombel dapat menerima tiga siswa inklusi. Skema ini dinilai realistis.
Selain itu, kebijakan ini mempertimbangkan kemampuan pendampingan. Guru harus mampu memberikan perhatian.
Saparuddin menegaskan bahwa semua siswa memiliki hak yang sama. Pendidikan harus inklusif.
“Disdikbud juga terus mendorong peningkatan kualitas sekolah. Hal ini mencakup berbagai aspek,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan pendidikan inklusi berjalan optimal. Semua siswa mendapatkan layanan yang layak.
Evaluasi akan terus dilakukan. Perbaikan akan dilakukan sesuai kebutuhan.

