Advertorial

Bonnie Iskandar Dorong Pemerintah Gencarkan Edukasi Pengelolaan Sampah

 

Latestbontang.com,BONTANG – Keluhan masyarakat mengenai aktivitas pembakaran sampah di lokasi yang diduga menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan Hotel Grand Mutiara tidak hanya menjadi persoalan penertiban. Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Iskandar, menilai permasalahan tersebut juga menunjukkan pentingnya penguatan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Menurut Bonnie, pemerintah memang perlu memastikan terlebih dahulu status lahan sebelum mengambil langkah penindakan. Namun di sisi lain, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat juga harus berjalan bersamaan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Ia mengatakan, aktivitas pembakaran sampah masih sering dilakukan karena minimnya pemahaman masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan maupun lingkungan.

“Perlu ditanyakan langsung kepada pemilik lahan itu apakah memang dijadikan TPS atau hanya kebetulan ada aktivitas pembakaran,” katanya. Rabu (22/7/2026).

Bonnie menjelaskan, setelah status lahan dipastikan, pemerintah dapat menentukan langkah yang paling tepat. Jika terbukti merupakan lahan pribadi, maka pemilik perlu diberikan pemahaman mengenai aturan pengelolaan sampah dan larangan pembakaran terbuka.

Menurutnya, pembakaran sampah tidak hanya menghasilkan asap yang mengganggu masyarakat sekitar, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Dampaknya tentu dapat dirasakan oleh warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.

Ia menilai edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemerintah kelurahan, RT, hingga komunitas masyarakat. Dengan demikian, warga akan semakin memahami pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

Selain edukasi, Bonnie juga mendorong adanya pengawasan rutin terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

“Langkah pencegahan lebih efektif dibandingkan harus menangani persoalan setelah menjadi keluhan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemilik lahan dapat diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kerja sama seluruh pihak sehingga Kota Bontang dapat tetap menjadi kota yang nyaman dan tertata.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button