
PENAJAM — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai merancang penerapan pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Paser pada tingkat SMP. Selama ini, pelajaran tersebut baru tersedia di jenjang sekolah dasar.
Meski belum menjadi mata pelajaran resmi di SMP, para siswa sudah kerap mengikuti berbagai lomba tradisi lisan seperti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Keterlibatan itu terjadi berkat pendampingan dari guru yang memiliki kemampuan berbahasa Paser.
Kasi Peserta Didik dan Pembinaan Karakter Disdikpora PPU, Suharti, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyusun usulan bimbingan teknis bagi para guru SMP untuk menyiapkan bahan ajar.
“Walaupun belum resmi menjadi Mulok, siswa sudah bisa tampil di lomba bahasa Paser. Karena itu kami mulai menyiapkan penyusunan materi ajarnya,” ujar Suharti, Sabtu (15/11/2025).
Ia menegaskan, perencanaan Mulok Bahasa Paser untuk tingkat SMP dilakukan agar pembelajarannya terus berkesinambungan dan berperan dalam menjaga identitas lokal melalui pendidikan.
“Bahasa daerah ini bisa digunakan dalam aktivitas sederhana di sekolah, misalnya sapaan atau greeting di awal pelajaran. Selain Bahasa Inggris, kami ingin Bahasa Paser juga hadir dalam interaksi sehari-hari,” tambahnya. (adv)




