Latestbontang.co,BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi tekanan anggaran akibat dana kurang salur sebesar Rp402 miliar yang belum terealisasi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas APBD di tengah ketidakpastian pendapatan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut bahwa ketidakpastian realisasi dana tersebut memaksa pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam menyusun kebijakan fiskal. Perencanaan anggaran harus disusun dengan skenario yang lebih hati-hati.
“Jika dana kurang salur ini tidak terealisasi, maka APBD akan terdampak langsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dana kurang salur merupakan bagian dari kewajiban pembayaran pemerintah yang tertunda dari periode sebelumnya. Ketidakjelasan pencairan membuat daerah harus menyesuaikan strategi pembangunan agar tetap berjalan.
Pemkot Bontang pun mulai memprioritaskan program-program yang bersifat mendesak dan berdampak langsung kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran di tengah keterbatasan fiskal.
“Selain itu, efisiensi belanja juga menjadi salah satu strategi yang ditempuh. Pemerintah berupaya menekan pengeluaran yang tidak prioritas guna menjaga keseimbangan keuangan daerah,” terangnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Bontang tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan pembangunan dan kualitas pelayanan publik. Berbagai langkah adaptif terus disiapkan agar dampak dari ketidakpastian dana dapat diminimalisir. (Re)

