Advertorial

Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial, Saeful Rizal Ajak Warga Introspeksi

 

Latestbontang.com,BONTANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah masjid di Kota Bontang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan keagamaan tahunan. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali melakukan introspeksi sekaligus menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, nilai yang terkandung dalam perjalanan hidup Nabi dinilai masih relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai persoalan kehidupan saat ini.

“Perayaan Maulid bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan sarana introspeksi diri bagi setiap umat Muslim untuk terus membenahi diri,” ucapnya, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui empat sifat utama, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Keempat sifat tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai di tengah masyarakat.

Dia menilai nilai kejujuran, amanah, kecerdasan dan keberanian menyampaikan kebenaran semakin penting diterapkan di tengah kehidupan sosial yang dinamis. Terlebih, masyarakat Bontang hidup dalam keberagaman sehingga sikap saling menghormati perlu terus dijaga.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat dapat memengaruhi pola interaksi masyarakat. Karena itu, nilai toleransi, kepedulian dan semangat menjaga kedamaian perlu terus diperkuat agar perubahan zaman tidak mengikis nilai moral.

“Banyak sifat Nabi Muhammad SAW yang harus kita teladani, salah satunya adalah beliau sangat mencintai anak yatim dan kaum duafa, sehingga semangat berbagi harus terus dihidupkan,” tuturnya.

Bagi dia, kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk nyata dalam menerapkan ajaran Rasulullah. Semangat berbagi dan membantu sesama juga dinilai dapat memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia turut mendorong generasi muda menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menghadapi era modernisasi dan digitalisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan pegangan moral yang kuat agar generasi muda tidak mudah kehilangan arah.

Dirinya berharap momentum Maulid Nabi dapat melahirkan perubahan dalam perilaku, bukan hanya meningkatkan kegiatan seremonial. Nilai kejujuran, kepedulian terhadap sesama, toleransi dan gotong royong diharapkan semakin nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Menjaga kebersihan hati, kejujuran dalam berbuat dan semangat gotong royong harus terus menjadi bagian dari kehidupan kita. Nilai-nilai ini yang perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button