DPRD Bontang Soroti Perlunya Penguatan PSN untuk Cegah DBD
Latestbontang.com,BONTANG – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang dinilai perlu diperkuat dengan langkah yang dilakukan secara konsisten hingga tingkat lingkungan. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi salah satu upaya yang dinilai penting untuk menekan potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad, meminta pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pengasapan atau fogging dalam menangani ancaman DBD. Menurutnya, fogging perlu dibarengi dengan pencegahan dari sumber perkembangbiakan nyamuk agar penanganannya lebih efektif.
“Nyamuk ini harus diantisipasi sedini mungkin agar tidak menimbulkan korban jiwa. Perlu dilakukan langkah-langkah konkret,” kata Arfian, Kamis (13/8/2026).
Ia menilai PSN harus terus digencarkan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Langkah sederhana seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta mendaur ulang barang yang berpotensi menampung air perlu menjadi kebiasaan di lingkungan rumah.
Menurut Arfian, Dinas Kesehatan bersama kelurahan dan RT memiliki peran strategis dalam memastikan edukasi mengenai pencegahan DBD tidak berhenti pada sosialisasi. Pengawasan terhadap kebersihan lingkungan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika jumlah kasus DBD mengalami penurunan. Sebab, potensi penularan tetap ada dan dapat meningkat ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangbiakan nyamuk, terutama saat memasuki periode dengan curah hujan tinggi.
“Jangan sampai kita lengah sedikit pun. Para tenaga kesehatan juga perlu sigap dalam mendeteksi gejala awal pasien yang terindikasi terserang virus DBD,” tuturnya.
Dirimya juga menekankan pentingnya penanganan medis sejak dini bagi warga yang menunjukkan gejala mengarah pada DBD. Deteksi dan penanganan yang cepat dinilai dapat mengurangi risiko pasien mengalami kondisi yang lebih serius, terutama kelompok anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kelurahan, RT hingga masyarakat untuk memperkuat pencegahan DBD. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi upaya bersama untuk memutus rantai penyebaran penyakit.




