Advertorial

DPRD Bontang Dorong Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Tak Lagi Dianggap Tabu

 

Latestbontang.com,BONTANG – Kasus tiga remaja usia sekolah yang melahirkan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bontang menjadi pengingat bahwa edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja masih membutuhkan perhatian serius. DPRD Bontang menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara lebih terbuka dan melibatkan berbagai pihak.

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad, mengatakan persoalan kehamilan pada usia remaja tidak bisa hanya dipandang sebagai masalah individu maupun keluarga. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan, serta pembentukan karakter remaja.

Ia berpandangan bahwa pemahaman mengenai risiko pergaulan bebas dan konsekuensi hubungan seksual di usia dini seharusnya diberikan sejak awal dengan cara yang tepat sesuai usia anak. Edukasi tersebut dinilai penting agar remaja mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap masa depannya.

“Jangan sampai pembahasan mengenai kesehatan reproduksi selalu dianggap tabu. Justru dengan pengetahuan yang benar, anak-anak memiliki bekal untuk melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Arfian menilai sekolah, keluarga, dan pemerintah perlu membangun pola edukasi yang saling melengkapi. Menurutnya, apabila ketiga unsur tersebut berjalan sendiri-sendiri, upaya pencegahan tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Ia juga mendorong agar sekolah lebih aktif menghadirkan program penyuluhan yang melibatkan tenaga kesehatan maupun pihak terkait. Dengan demikian, informasi yang diterima para pelajar tidak berasal dari sumber yang keliru atau menyesatkan.

Selain itu, Arfian menekankan pentingnya menciptakan ruang diskusi yang sehat antara orang tua dan anak. Komunikasi yang terbuka diyakini dapat membuat remaja lebih nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa rasa takut atau malu.

Menurutnya, meningkatnya akses terhadap media digital membuat remaja dapat memperoleh berbagai informasi dengan mudah. Karena itu, pendampingan dari orang dewasa tetap dibutuhkan agar mereka mampu menyaring informasi dan tidak mengambil keputusan yang berisiko.

“Kasus seperti ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pencegahan hanya bisa berhasil jika pendidikan, keluarga, dan lingkungan bergerak dalam arah yang sama untuk melindungi generasi muda,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button