Advertorial

DPRD Soroti Luas Kawasan Industri Belum Berbanding Lurus dengan Realisasi Investasi

 

Latestbontang.com,BONTANG – DPRD Kota Bontang menilai besarnya kawasan industri yang dimiliki Bontang belum mampu menghasilkan realisasi investasi yang optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ribuan hektare lahan yang telah disiapkan masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan kawasan industri di Bontang Lestari sebenarnya memiliki peluang besar untuk menarik investor. Namun hingga saat ini, perkembangan investasi dinilai masih berjalan lambat dibandingkan dengan potensi yang tersedia.

Menurutnya, baru beberapa perusahaan yang telah menunjukkan aktivitas nyata, seperti EUP dan GPK. Sementara sejumlah rencana investasi lainnya masih belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan.

“Kalau melihat luas kawasan yang sudah disiapkan, seharusnya investasi yang masuk bisa lebih banyak. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Rustam menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terhadap strategi pengembangan kawasan industri agar tidak hanya berhenti pada penyediaan lahan. Upaya menarik investor juga harus dibarengi dengan percepatan realisasi investasi yang telah direncanakan.

Ia berpandangan, keberhasilan kawasan industri tidak cukup diukur dari luas wilayah yang tersedia, tetapi dari seberapa banyak investasi yang benar-benar terealisasi dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Menurutnya, setiap investasi yang masuk akan memberikan efek berganda, mulai dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja hingga bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mempercepat langkah-langkah konkret agar kawasan industri Bontang Lestari berkembang sesuai harapan.

“Potensi kita sangat besar. Tinggal bagaimana semua peluang itu bisa diwujudkan menjadi investasi yang nyata,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button