Anggaran Sarpras Menciut Akibat Pemangkasan TKD, Banyak Proyek Sekolah di PPU Terpaksa Ditunda

PENAJAM — Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat memukul sektor pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dampaknya terasa langsung pada ketersediaan anggaran pembangunan sarana prasarana sekolah yang menyusut jauh dari kebutuhan ideal.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, mengungkapkan bahwa pengurangan anggaran untuk tahun depan cukup signifikan dan berimbas pada berbagai rencana pembangunan fisik.
“Awalnya kami mengajukan sekitar Rp50 miliar untuk sarpras. Setelah pembahasan, anggarannya terus dipangkas hingga tinggal Rp7 miliar,” ujarnya.
Andi menegaskan, penurunan tersebut membuat sejumlah proyek pembangunan maupun perbaikan fasilitas sekolah terpaksa ditunda. Menurutnya, hal ini sudah diperkirakan sejak awal ketika ruang fiskal mulai terlihat ketat.
“Yang paling terasa memang sarpras. Banyak pekerjaan fisik akhirnya tidak bisa dilaksanakan,” katanya.
Meski begitu, ia masih membuka peluang penambahan pembiayaan melalui APBD Perubahan 2026, atau dari dukungan anggaran pusat melalui skema revitalisasi dan program pembangunan fasilitas pendidikan.
“Kami tetap berharap ada penyesuaian di APBD-P. Kalau tidak memungkinkan, kita dorong lewat anggaran pusat,” lanjutnya.
Ia memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, namun kegiatan pembangunan fisik harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang kini semakin terbatas. (adv)




