
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Namun, rencana menaikkan insentif belum dapat dilaksanakan karena kapasitas fiskal daerah masih terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, menyebut pemerintah daerah sebenarnya ingin memberikan dukungan finansial yang lebih besar bagi tenaga pendidik, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Banyak keinginan pemda untuk membantu guru. Alhamdulillah sekarang guru honor sudah cukup terbantu,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Saat ini, pemerintah daerah memberikan honor sebesar Rp1,4 juta per bulan bagi guru honorer, termasuk yang mengajar di sekolah berbasis yayasan. Untuk sekolah swasta, dukungan diberikan melalui mekanisme hibah, sementara yayasan biasanya menambahkan insentif sekitar Rp400–500 ribu.
“Semua guru, termasuk TK, kita berikan honor dengan jumlah yang sama. Sekolah negeri juga setara,” jelasnya.
Meski kebijakan itu meringankan beban para guru, Andi mengakui nominal insentif masih jauh dari ideal. Keinginan pemerintah daerah untuk menaikkan angka honor belum dapat diwujudkan karena anggaran daerah masih cukup ketat.
“Keinginan kita tentu lebih tinggi, tapi kondisi anggaran belum memungkinkan. Ruang fiskalnya masih terbatas,” tegasnya.
Ia memastikan peningkatan kesejahteraan guru tetap masuk dalam prioritas pembangunan daerah dan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan PPU. (adv)




