Site icon Latest Bontang

Smart Tani Go to School di SDN 005 Jadi Langkah Bontang Siapkan Generasi Emas 2045

Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Latestbontang.co,BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat edukasi lingkungan dan ketahanan pangan melalui program Smart Tani Go to School yang kali ini digelar di SDN 005 Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Program yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang itu menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus mendukung visi Generasi Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem, perwakilan Dinas Pendidikan, jajaran guru, serta siswa-siswi SDN 005 Berbas Pantai yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pengenalan dunia pertanian kepada anak-anak sekolah dasar penting dilakukan agar generasi muda memahami proses penyediaan pangan sekaligus belajar mencintai lingkungan sekitar.

Ia menilai, pendidikan pertanian di sekolah dapat menjadi sarana membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras pada anak sejak dini. Menurutnya, keberhasilan bangsa di masa depan bergantung pada kualitas generasi mudanya saat ini.

“Kesuksesan tidak datang secara instan. Anak-anak harus rajin belajar, disiplin, serta memiliki semangat pantang menyerah agar mampu menjadi generasi unggul di masa depan,” tuturnya.

Di sisi lain, Ahmad Aznem menyebut Smart Tani Go to School merupakan inovasi DKP3 yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran pertanian secara menyenangkan dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya fokus pada praktik menanam, tetapi juga membangun kesadaran siswa tentang pentingnya ketahanan pangan dan penghijauan di lingkungan sekolah maupun rumah.

“Melalui program ini kami ingin mengenalkan bahwa pertanian itu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak belajar menanam, merawat tanaman, hingga memahami pentingnya menghargai hasil kerja petani sebagai penyedia pangan,” ungkapnya.

Selain praktik bercocok tanam, kegiatan juga diramaikan dengan lomba tanaman terbaik antar kelas yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah. (Re)

Exit mobile version