PENAJAM – Meski sejumlah kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur 2025 meninggalkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebelum seluruh cabang olahraga rampung, pelaksanaan kegiatan tetap berlangsung tertib dan lancar.
Kabid Peningkatan Prestasi dan Olahraga Dispora Kaltim, Rasman, menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi karena keterbatasan fasilitas penginapan di daerah tuan rumah, sehingga sebagian tim memilih kembali lebih awal.
“Memang tantangan utama di PPU ada pada akomodasi. Tidak semua kontingen bisa datang dan pulang bersamaan. Tapi yang penting, pertandingan tetap berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Rasman menilai, dari sisi teknis penyelenggaraan, POPDA kali ini berjalan baik dan menjadi wadah munculnya banyak atlet muda potensial dari berbagai kabupaten dan kota.
“Pertandingan berjalan lancar, dan menariknya, banyak atlet daerah yang kualitasnya layak dibina lebih jauh oleh cabang olahraga maupun pengprov,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa ajang POPDA harus dipandang sebagai langkah awal pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar ajang pencapaian sementara.
“Kita harapkan para atlet tetap menjaga performa, berlatih, dan menyiapkan diri menuju kompetisi berikutnya, termasuk Porprov,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, menyebut dinamika kepulangan kontingen merupakan hal yang wajar karena perbedaan jadwal tiap cabang olahraga.
“Beberapa cabor selesai lebih cepat, sementara lainnya baru berakhir di hari penutupan seperti sepak bola dan basket. Jadi kepulangan kontingen menyesuaikan jadwal masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian daerah juga mempertimbangkan efisiensi anggaran dengan tidak menunggu hingga upacara penutupan.
“Setiap kontingen punya pertimbangan sendiri, tapi yang jelas, secara keseluruhan POPDA berjalan dengan baik dan tanpa hambatan berarti,” pungkasnya. (adv)

