AdvertorialDiskominfo Kutim

PAUD Kutim Melompat: Program RPL Guru Sebagai Investasi Masa Depan Anak

SANGATTA – Di sudut ruang kerjanya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono, berbicara tentang masa depan pendidikan anak usia dini di daerah ini. Di matanya, kualitas PAUD bukan sekadar soal fasilitas atau kurikulum, tetapi sangat bergantung pada kompetensi gurunya.

Masih banyak guru PAUD di Kutim yang memiliki dedikasi dan kemampuan mengajar mumpuni, tetapi kerap tertinggal dari segi kualifikasi akademik formal. Untuk menjembatani kesenjangan itu, sejak 2024, Disdikbud Kutim meluncurkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur ini memungkinkan guru yang belum S1 memanfaatkan pengalaman mengajar mereka sebagai kredit akademik, sehingga bisa menyelesaikan studi sarjana hanya dalam dua tahun.

“Program ini bukan sekadar formalitas. Banyak guru kami berbakat, tetapi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, standar akademik formal tetap diperlukan,” jelas Mulyono kala itu belum lama ini.
Program ini telah membawa perubahan nyata. Pada 2024, sebanyak 177 guru PAUD mengikuti kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, sementara tahun ini, 152 guru mengikuti program serupa di Universitas Negeri Malang. Mulyono berharap, guru yang menempuh pendidikan di Bandung bisa selesai tahun depan dan segera menerapkan ilmu baru mereka di kelas.

Bagi Mulyono, peningkatan kualifikasi guru adalah investasi jangka panjang. Guru bersertifikasi S1 diharapkan membawa pembelajaran PAUD menjadi lebih terarah, kreatif, dan sesuai standar perkembangan anak. Namun, peningkatan kompetensi tidak berhenti pada ijazah semata. Disdikbud Kutim juga menekankan pembinaan lanjutan dan pengembangan metode mengajar yang relevan dengan kebutuhan anak di lapangan.

Ketika guru kembali ke sekolah di desa maupun kecamatan, kualitas pembelajaran PAUD akan meningkat signifikan. Anak-anak Kutim pun mendapatkan fondasi pendidikan yang lebih kuat, menjadi modal utama untuk jenjang berikutnya.

Langkah ini, menurut Mulyono, membuktikan bahwa Kutim serius menata pendidikan sejak tahap paling awal. Ia berharap inovasi dan program strategis semacam ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button