Kutai Kartanegara – Momentum panen raya di areal persawahan Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Senin (25/8/2025), menjadi catatan penting bagi sektor pertanian Kutai Kartanegara (Kukar).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kukar, Ketua Umum KTNA Nasional, Dandim 0906/KKR, Ketua KTNA Kalimantan Timur, Ketua KTNA Kukar, serta ratusan petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa hasil ubinan panen kali ini menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Adapun, dari lahan contoh, diperoleh hasil gabah kering panen (GKP) sebesar 7 ton per hektare. Jika dikonversi ke gabah kering giling (GKG), produksinya mencapai sekitar 4,4 ton per hektare.
“Kalau kita lihat tadi, hasil ubinan mencapai 7 ton GKP. Setelah dikonversi ke GKG sekitar 4,4 sekian. Sementara rata-rata produksi padi sawah di Kukar tahun kemarin berada di kisaran 4,1 ton GKG per hektare. Jadi capaian kali ini lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pengamatan di beberapa hamparan sawah di Loa Kulu, kualitas tanaman padi cukup baik. Ketersediaan air yang masih terjaga membuat usaha tani, khususnya padi sawah, tetap produktif. Tidak hanya itu, kondisi yang stabil juga memberi dampak positif terhadap pengembangan hortikultura.
“Kalau kita lihat sekarang, di beberapa hamparan hasilnya bagus. Air yang tersedia cukup, sehingga usaha tani padi bisa berjalan dengan baik. Termasuk juga untuk hortikultura, masih bisa kita optimalkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Taufik berharap, keberadaan KTNA dapat memperkuat peran strategis dalam mendukung pertanian di Kukar.
Menurutnya, salah satu tantangan yang harus segera dibenahi adalah ketersediaan data pertanian yang lebih akurat, terutama terkait alat dan mesin pertanian (alsin) serta kebutuhan sarana produksi.
“Harapan kita, KTNA bisa berperan dalam perbaikan data. Ada data alsin, ada data kebutuhan sarana produksi, itu semua bisa dibantu oleh KTNA. Jadi perencanaan pembangunan pertanian kita lebih tepat sasaran,” tegasnya. (Adv)