Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menilai pembangunan daerah harus dibarengi dengan terciptanya lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan serta anak.
Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Forestwanto, mengatakan konsep Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) menjadi salah satu langkah untuk memastikan hak perempuan dan anak terpenuhi hingga tingkat lingkungan terkecil.
Menurutnya, kelurahan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menghadirkan layanan dan perlindungan yang mudah dijangkau masyarakat. Karena itu, penguatan perspektif perlindungan perempuan dan anak perlu menjadi bagian dari pembangunan di tingkat kelurahan.
“Kelurahan merupakan lingkungan terdekat masyarakat, sehingga perannya sangat penting dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan serta anak,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, lingkungan yang ramah perempuan dan anak tidak hanya bebas dari kekerasan, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan, pendidikan, serta ruang partisipasi dalam kehidupan sosial.
Selain itu, keberadaan kelurahan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Eddy berharap upaya mewujudkan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak dapat terus diperkuat sehingga Kota Bontang semakin layak menjadi tempat tumbuh dan berkembang bagi seluruh warganya.
Ia menilai keberhasilan mewujudkan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat. Keterlibatan tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, hingga kelompok perempuan dan pemuda dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan serta anak.
“Ketika perempuan dan anak merasa aman, maka kualitas kehidupan masyarakat juga akan ikut meningkat,” tutupnya. (Re)

