Latestbontang.co,BONTANG – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang terus mendorong penguatan ketahanan keluarga sebagai langkah preventif menghadapi berbagai persoalan sosial.
Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Forestwanto, mengatakan keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, pola pikir, dan perilaku anak sejak usia dini. Menurutnya, keluarga yang harmonis dan memiliki komunikasi yang baik akan lebih mampu melindungi anggota keluarganya dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus yang terus kami lakukan karena keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah berbagai permasalahan sosial,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui optimalisasi layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Layanan ini menyediakan edukasi dan konseling gratis bagi masyarakat guna meningkatkan kualitas pengasuhan serta hubungan antaranggota keluarga.
Melalui PUSPAGA, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti konseling keluarga, konsultasi tumbuh kembang anak, edukasi pernikahan, hingga pendampingan terkait pola asuh yang positif. Program tersebut diharapkan mampu membantu keluarga menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digital.
Selain itu, DP3AKB juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting agar pesan-pesan tentang pengasuhan, perlindungan anak, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat diterima lebih luas.
Eddy menilai keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak juga menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan keluarga. Oleh sebab itu, berbagai kegiatan edukasi parenting terus didorong agar orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pola asuh yang sehat dan adaptif.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga pengaruh lingkungan, perkembangan teknologi, serta akses informasi yang begitu cepat.
“Karena itu, kemampuan keluarga dalam membangun komunikasi yang terbuka dan penuh empati perlu terus diperkuat,” tuturnya.
DP3AKB berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat mendorong terwujudnya keluarga yang tangguh, harmonis, dan mampu menjadi lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Dengan ketahanan keluarga yang kuat, risiko munculnya berbagai permasalahan sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika, diharapkan dapat ditekan sejak dini. (Re)

