Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menilai isu kependudukan harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Pasalnya, dinamika jumlah dan kualitas penduduk akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan di masa mendatang.
Kepala DP3AKB Bontang, Edy Forestwanto, mengatakan pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penduduk yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Menurutnya, kependudukan bukan sekadar persoalan jumlah penduduk, melainkan mencakup berbagai aspek seperti struktur usia, kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesejahteraan, hingga kesiapan menghadapi perubahan sosial dan ekonomi.
“Pembangunan kependudukan bukan sekadar angka statistik, melainkan tentang masa depan daerah,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial. Karena itu, pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan yang matang agar perkembangan jumlah penduduk dapat diikuti dengan penyediaan layanan pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan perlindungan sosial yang memadai.
Selain itu, perubahan struktur penduduk juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mampu menyesuaikan kebijakan pembangunan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat pada setiap kelompok usia.
Dirinya menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam pembangunan kependudukan. Menurutnya, daerah dengan penduduk yang sehat, berpendidikan, dan produktif akan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Tantangan kependudukan harus dipahami sejak sekarang agar kebijakan yang diambil benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah idealnya dimulai dari pemahaman yang menyeluruh terhadap kondisi penduduk. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik suatu daerah, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya.
“Pembangunan terbaik bukan hanya soal fisik kota, melainkan kualitas manusianya,” pungkasnya. (Re)

