Site icon Latest Bontang

DP3AKB Bontang Soroti Bullying dan Tantangan Remaja di Era Digital

Ilustrasi.

Latestbontang.co,BONTANG – Berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang. Mulai dari kasus perundungan (bullying), pengaruh lingkungan pergaulan, hingga persoalan identitas diri dinilai membutuhkan pendampingan yang tepat dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Forestwanto, mengatakan masa remaja merupakan fase penting yang sangat menentukan pembentukan karakter dan masa depan seseorang. Karena itu, berbagai tantangan yang muncul pada usia tersebut perlu mendapat perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Menurutnya, bullying masih menjadi salah satu isu yang kerap ditemukan di kalangan remaja. Dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan sosial dan prestasi akademik mereka.

“Remaja saat ini menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Pendampingan yang tepat sangat diperlukan agar mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Selain bullying, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Remaja dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi serta membangun karakter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

DP3AKB menilai pendekatan yang melibatkan sesama remaja menjadi salah satu cara efektif dalam menyampaikan edukasi dan pesan-pesan positif. Sebab, komunikasi antarremaja dinilai lebih mudah diterima karena mereka memiliki pengalaman dan sudut pandang yang relatif sama.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan positif, kepedulian terhadap teman sebaya, hingga keterlibatan dalam berbagai program sosial dan edukasi.

Eddy menegaskan bahwa upaya menciptakan generasi muda yang berkualitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam memberikan ruang yang aman bagi remaja untuk berkembang.

Ia berharap semakin banyak remaja yang berani menjadi contoh positif di lingkungannya serta mampu mengajak teman-teman sebaya untuk menjauhi perilaku berisiko.

“Dengan dukungan yang tepat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutupnya. (Re)

Exit mobile version