PENAJAM — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menepis anggapan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur ke-XVII mengalami penundaan panjang atau bahkan terancam batal.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, memastikan agenda POPDA tetap berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah provinsi, yakni 20–27 November 2025. Meski digelar setelah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), ia menegaskan tidak pernah ada rencana pembatalan.
“Tidak ada pembatalan. Hanya ada penyesuaian teknis yang sudah disepakati bersama provinsi sebagai penyelenggara,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Andi menjelaskan, penetapan waktu pelaksanaan sepenuhnya berada di tangan Pemprov Kaltim. PPU selaku tuan rumah sempat mengajukan jadwal pada pertengahan November, namun keputusan akhir menetapkan ajang tersebut berlangsung pada 20–27 November. Sekitar 80 persen venue berada di wilayah PPU.
Perubahan jadwal juga terkait mekanisme anggaran. Jika sebelumnya pendanaan mengandalkan skema hibah, aturan baru mewajibkan pembagian tanggung jawab biaya antara provinsi dan kabupaten.“Total anggaran sekitar Rp7 miliar. Daerah menanggung Rp4 miliar, sisanya Rp3 miliar dari provinsi,” jelasnya.
Ia menegaskan POPDA tetap krusial sebagai langkah pembinaan atlet muda menjelang Popnas tahun depan. Usai Popnas berlangsung, provinsi juga mempertimbangkan kebutuhan pemulihan kondisi atlet sebelum bertanding kembali.
“Anak-anak butuh masa recovery. Tiga–empat hari atau dua minggu sebenarnya sudah cukup, dan itu masuk dalam pertimbangan provinsi,” kata Andi.
Menurutnya, POPDA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian penting dari proses mempersiapkan atlet pelajar PPU dan Kaltim menuju kompetisi nasional.
“Ini tahapan awal menuju Popnas berikutnya, sehingga apa pun dinamika waktunya POPDA harus tetap berjalan,” tegasnya. (adv)

