Site icon Latest Bontang

Disdikbud Bontang Waspadai Dampak Serius, Penahanan Ijazah Bisa Picu Putus Sekolah

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.

Latestbontang.co,BONTANG – Disdikbud Bontang mulai mewaspadai dampak jangka panjang dari praktik penahanan ijazah siswa yang dinilai berpotensi meningkatkan angka putus sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut masa depan generasi muda.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas dan memengaruhi kualitas sumber daya manusia di daerah.

Ia menjelaskan bahwa siswa yang tidak memiliki ijazah akan kehilangan banyak peluang, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Kondisi tersebut berpotensi membuat siswa kehilangan motivasi dan akhirnya tidak melanjutkan pendidikan.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan angka putus sekolah yang menjadi indikator negatif bagi dunia pendidikan.

“Tapi ini nanti juga akan saya bahas itu kalau ada pertemuan kepala-kepala sekolah,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Disdikbud berkomitmen untuk mencari solusi agar persoalan ini tidak terus berulang. Selain itu, ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada siswa.

Salah satu solusi yang didorong adalah pemberian alternatif seperti salinan ijazah.

“Kasihan itu anak-anak generasi kita kalau kita gituin. Jangan sampai kebijakan ini justru membuat mereka kehilangan masa depan yang seharusnya bisa mereka raih,” tutupnya.

Exit mobile version