Antusias Masyarakat Tinggi, Stok Beras Murah Bulog Cepat Habis

Kutai Kartanegara – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Plt Kepala Disketapang Kukar, Ananias menyebutkan, setiap kali beras SPHP Bulog dijual, stok biasanya langsung habis dalam waktu singkat.
“Luar biasa, apalagi dengan kondisi harga beras yang relatif mahal ini. Stok kami dari Bulog, SPHP itu dalam waktu 1-2 jam biasanya sudah habis. Sehingga teman-teman harus ngambil barang lagi ke Bulog. Cuma kadang-kadang terkendala dengan packing. Di Bulog itu kan packingnya 50 kilo, jadi harus direpacking ke 5 kilo,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan stok beras aman di gudang Bulog. Hanya saja proses repacking menjadi kendala teknis yang membuat sebagian masyarakat belum kebagian.
“Berasnya siap semua, sebenarnya stok aman. Hanya tadi itu, harus direpacking lagi. Sehingga kadang banyak masyarakat yang tidak kebagian,” tambahnya.
Terkait kualitas, dia menegaskan bahwa beras SPHP yang dijual dalam GPM merupakan beras lokal Kukar hasil penyerapan Bulog dari petani di Kecamatan Marangkayu dan Anggana.
“Jadi berasnya betul-betul beras premium sebenarnya, tapi dijual dengan harga medium. Ini beras baru, tanpa pengawet, tanpa pemutih, aman untuk masyarakat,” tegasnya.
Untuk lokasi pelaksanaan, Ananias menyampaikan, GPM selama ini lebih banyak dipusatkan di Tenggarong, Loa Kulu, dan Loa Janan karena permintaan masyarakat yang tinggi. Namun ke depan, pemerintah juga berencana memperluas jangkauan ke kecamatan-kecamatan lain.
“Yang sudah pernah terjauh itu di Sanga-Sanga. Ke depan, kita rencanakan menyentuh wilayah lain agar merata,” tutupnya. (Adv)