Antisipasi Banjir Tahunan, Desa Sangatta Utara Siagakan 4 Perahu dan Balai Desa Sebagai Posko

SANGATTA – Sebagai wilayah dengan karakteristik perkotaan yang padat dan memiliki potensi banjir, Desa Sangatta Utara menghadapi tantangan ganda: manajemen sampah dan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Terkait sampah, Kepala Desa Mulyanti mengakui adanya keluhan warga mengenai keterlambatan pengangkutan sampah yang bisa mencapai 3 hingga 5 hari. Masalah utamanya bukan pada ketidakpedulian desa, melainkan kendala armada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan ketiadaan lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Kemarin kita disuruh cari lahan, tapi ini untuk Sangatta Utara kan tahu sendiri lahan itu sangat susah karena kita di perkotaan. Jadi kita tidak mendapatkan lahan yang sesuai,” ujar Mulyanti, Selasa (2/12/2025).
Sebagai solusi jangka pendek, Desa terus berkoordinasi dengan UPT Kebersihan meski armada terbatas. “Solusinya di UPT. Kalau memang UPT armadanya banyak, otomatis sampahnya lancar. Dari keluhan UPT pun mereka kekurangan armada,” tambahnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi banjir tahunan, Desa Sangatta Utara telah dalam posisi siaga. Belajar dari pengalaman banjir besar tahun 2022, desa telah menyiapkan inventaris penyelamatan.
“Paling kami menyiapkan seperti perahu, perahu itu sudah ada. Untuk perahu kami ada 4 unit untuk RT-RT yang bersebelahan atau berdampingan dengan sungai,” jelas Mulyanti.
Selain perahu, Balai Desa juga telah disiapkan sebagai titik kumpul atau posko pengungsian jika kondisi darurat terjadi. Koordinasi penanganan bencana kini juga lebih taktis karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki jalur koordinasi langsung hingga ke tingkat RT.
“BPBD sekarang koordinasi langsung ke RT, jadi penanganan bisa lebih cepat,” tutupnya.(adv). (adv)




