Advertorial

Lantik Saka Anti Narkoba, Neni Dorong Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi Muda Bontang

 

Latestbontang.com,BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pentingnya peran Satuan Karya (Saka) Pramuka Anti Narkoba sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Majelis Pembimbing Saka, Pimpinan Saka, dan Dewan Satuan Karya Pramuka Anti Narkoba Kota Bontang masa bakti 2026–2031, Kamis (6/8/2026) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dalam kesempatan tersebut, Neni menyampaikan ucapan selamat kepada Lulyana Ramdani yang dipercaya memimpin Majelis Pembimbing Saka Anti Narkoba Kota Bontang, serta M. Rais Azis yang dilantik sebagai Ketua Satuan Karya Pramuka Anti Narkoba Kota Bontang. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang resmi mengemban amanah untuk masa bakti 2026–2031.

Menurut Neni, kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru harus dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian. Ia berharap kepengurusan tersebut mampu melahirkan berbagai program yang berdampak nyata bagi pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kota Bontang.

Ia menilai pelantikan tersebut memiliki makna strategis di tengah semakin kompleksnya ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Perkembangan teknologi, kata dia, turut menghadirkan tantangan baru karena peredaran narkoba kini semakin mudah dilakukan melalui platform digital hingga munculnya berbagai jenis narkotika sintetis.

“Persoalan narkotika bukan lagi sekadar masalah penegakan hukum, tetapi menjadi ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Karena itu, penanganannya harus dilakukan melalui inovasi, kolaborasi, dan pendekatan yang berbasis edukasi,” ujarnya.

Ia mengatakan hal tersebut sejalan dengan tema Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang diusung United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), yakni World Drug Problem: Persisting Issues, New Challenges, Innovative Responses. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan penyalahgunaan narkotika terus berkembang sehingga membutuhkan respons yang adaptif dan inovatif.

Menurutnya, sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Gerakan Pramuka melalui pembentukan Saka Pramuka Anti Narkoba merupakan langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan. Saka Anti Narkoba diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega agar tumbuh sebagai pelopor hidup sehat, agen perubahan, sekaligus penggerak semangat anti narkoba di tengah masyarakat.

Pelantikan ini, lanjut Neni, juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung Gerakan Ananda Bersinar menuju Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menutup sambutannya, Neni mengajak seluruh pihak menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan langkah-langkah preventif serta edukatif dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan menjadi teladan dalam mewujudkan Kota Bontang yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button