Pelantikan Saka Pramuka Rintisan Anti Narkoba, DPRD Bontang Dorong Pelajar Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba
Latestbontang.com,BONTANG – Pelantikan Majelis Pembimbing, Pimpinan, dan Dewan Satuan Karya (Saka) Pramuka Rintisan Anti Narkoba Masa Bakti 2026–2031 dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat peran generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Kota Bontang. Anggota DPRD Kota Bontang, Yassier Arafat, menilai keterlibatan pelajar menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (6/8/2026), tersebut dihadiri unsur Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bontang, pengurus Saka Anti Narkoba, serta sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan juga dirangkai dengan pemeriksaan urine sebagai bentuk komitmen mewujudkan generasi muda yang bebas narkoba.

Dirimya mengatakan, anggota Saka Anti Narkoba yang berasal dari sekolah-sekolah di Kota Bontang diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus agen edukasi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pendekatan dari sesama generasi muda akan lebih efektif dalam menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Anak-anak sekolah ini kami harapkan menjadi teladan bagi generasi muda di Kota Bontang. Mereka menjadi agen yang memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dengan cara yang tidak kaku sehingga lebih mudah diterima,” ujarnya.
Menurut politisi yang juga sebagai Kwartir Cabang Pramuka Bontang tersebut, ancaman penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan dan kepramukaan.
Ia menilai keberadaan Saka Anti Narkoba dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, sekaligus memperkuat mental agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkotika.
“Mereka harus bersinergi dengan program-program BNN. Anak-anak muda harus mampu mengembangkan potensi dan membentuk mental yang kuat, karena kalau terjerumus narkoba, masa depan mereka akan rusak,” katanya.
Yassier menegaskan, BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan program pencegahan. Kehadiran Saka Anti Narkoba diharapkan menjadi perpanjangan tangan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar semakin sadar akan bahaya narkoba.
Ia juga mengapresiasi terbentuknya Saka Pramuka Rintisan Anti Narkoba di Bontang yang menjadi daerah pertama di Indonesia melantik kepengurusan Saka tersebut. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun gerakan pencegahan narkoba berbasis generasi muda.
“Harapan kami, setelah terbentuk dan dilantik, para anggota tidak berhenti pada seremoni saja, tetapi benar-benar aktif menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Kota Bontang yang bersih dari narkoba,” tutupnya.




