Advertorial

SPNF SKB Bontang Luluskan 68 Peserta Didik, Pendidikan Kesetaraan Dinilai Berkontribusi Tingkatkan IPM

 

Latestbontang.co,BONTANG – Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang menggelar acara Lepas Kenang bagi lulusan Tahun Ajaran 2025/2026 di Auditorium 3 Dimensi, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Kenangan, Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu.”

Acara berlangsung penuh haru dan kebanggaan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di berbagai jenjang layanan yang diselenggarakan SPNF SKB Kota Bontang.

Kepala SPNF SKB Kota Bontang, Hairul Saleh, mengatakan bahwa kelulusan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang.

“Tahun ini kami meluluskan 68 peserta didik yang berasal dari berbagai program layanan pendidikan. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar masyarakat Bontang masih sangat tinggi dan pendidikan tidak mengenal batas usia,” ujarnya.

Dari total 68 lulusan tersebut, sebanyak 12 peserta didik berasal dari program SPS/PAUD, delapan orang dari Paket A setara SD, 17 orang dari Paket B setara SMP, dan 31 orang dari Paket C setara SMA.

Menurut Hairul, keberadaan program pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang sebelumnya belum sempat menyelesaikan pendidikan formal.

“Pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Ini bukan hanya soal mendapatkan ijazah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, SPNF SKB Kota Bontang juga memberikan penghargaan kepada peserta didik yang dinobatkan sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat, yakni lulusan dengan usia tertua pada masing-masing jenjang pendidikan kesetaraan.

Untuk Paket A, penghargaan diberikan kepada peserta didik berusia 45 tahun. Sementara pada Paket B diberikan kepada lulusan berusia 51 tahun, dan Paket C kepada lulusan berusia 52 tahun.

Hairul menilai penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa proses belajar dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja.

“Mereka menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Semangat mereka membuktikan bahwa pendidikan adalah kebutuhan sepanjang hayat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lulusan Paket A, Paket B, dan Paket C turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui peningkatan tingkat pendidikan masyarakat, perluasan akses belajar, peningkatan kualitas tenaga kerja, hingga perbaikan kesejahteraan ekonomi.

Semakin banyak masyarakat yang berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan, kata Hairul, maka semakin besar pula kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Kami berharap para lulusan dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan penuh optimisme, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun meningkatkan kompetensi di dunia kerja. Kesuksesan mereka merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun kualitas masyarakat Bontang,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, seluruh lulusan mendapatkan ucapan selamat dan motivasi untuk terus belajar serta memperjuangkan masa depan yang lebih cerah. Suasana kebersamaan dan kebanggaan mewarnai acara yang menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan SPNF SKB Kota Bontang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button