Advertorial

Fokus Penanganan Stunting dan Infrastruktur, Pemkot Siapkan Intervensi Terpadu

Latestbontang.co,BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti dua isu krusial dalam kunjungan kerjanya ke Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026), yakni penanganan stunting dan percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

Dalam pemaparannya, Neni mengungkapkan bahwa angka stunting di wilayah tersebut masih mencapai 162 jiwa. Kondisi ini dinilai perlu penanganan serius dan terstruktur melalui pendekatan berbasis data by name by address.

Ia menegaskan bahwa intervensi harus dimulai sejak masa kehamilan, dengan memastikan asupan gizi ibu dan balita terpenuhi secara optimal. Kolaborasi lintas sektor pun menjadi kunci dalam menekan angka stunting secara signifikan.

“Target kita adalah zero stunting. Kita harus intervensi sejak masa kehamilan. Saya apresiasi langkah kelurahan yang sudah berkolaborasi dengan PT PKT dalam mendukung pemenuhan gizi warga,” ujarnya.

Selain kesehatan, persoalan banjir rob juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota Bontang melalui DPUPR disebut akan segera membangun polder di RT 20 dan RT 32 sebagai langkah konkret mengatasi genangan yang kerap terjadi.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Tak hanya itu, Neni juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Ia meminta penguatan patroli malam guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya mencakup aspek fisik dan kesehatan, tetapi juga keamanan sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang kondusif.

Dengan intervensi terpadu antara kesehatan, infrastruktur, dan keamanan, Pemkot Bontang optimistis mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh. (Re)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button